Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Pengelolaan Kas Kecil Perusahaan

Dalam mempelajari akuntansi, istilah kas kecil merupakan hal yang familiar ditemui. Kas dalam akuntansi merupakan aktiva lancar, dengan kata lain aset perusahaan yang paling sering digunakan. Dalam penggunaannya, kas termasuk bab yang sering mengalami keluar masuk perusahaan. (Baca juga: Pengertian Jurnal Penerimaan Kas dan Pengeluran Kas)


Sedangkan kas secara umum ialah alat pembayaran yang diterima sah di Indonesia, baik berupa uang tunai, surat berharga, cek, giro, dan lain sebagainya. Ciri kas yang utama ada dua, yaitu sanggup diterima sebagai alat pembayaran sah dan sanggup diterima oleh bank sebagai simpanan yang lalu masuk ke dalam  aset perusahaan. (Baca juga: Fungsi Sistem Informasi Akuntansi)


Untuk lebih detailnya, berikut bentuk-bentuk kas:



  1. Uang kertas dan uang logam.

  2. Simpanan dalam bentuk uang.

  3. Rekening giro (demand deposit).

  4. Cek yang belum disetorkan.

  5. Cek dalam perjalanan, yaitu cek yang belum diuangkan ke bank tapi sudah dikeluarkan oleh perusahaan.

  6. Cek kasir.

  7. Wesel pos.


Namun ada juga bentuk-bentuk lain yang mirip kas, namun bukan termasuk ke dalam kas. Untuk sanggup membedakannya, berikut beberapa surat atau dokumen yang bukan termasuk kas:


ads






  1. Deposito berjangka (time deposit).

  2. Wesel tagih.

  3. Cek mundur (post date cheque).

  4. Surat berharga jangka pendek.

  5. Pembayaran di muka/ di awal (prepaid expense).

  6. Kas yang sengaja disisihkan untuk tujuan tertentu, mirip pembayaran deviden, pelunasan obligasi, dana pensiun.

  7. Perangko dan materai.


Dalam perusahaan sendiri, kas secara garis besar dibagi menjadi dua. Yang pertama ialah kas di bank, yaitu segala jenis kas perusahaan yang disimpan di bank. Yang kedua ialah kas kecil, yang akan kita bahas lebih lanjut dalam goresan pena ini. (Baca juga: Jenis Jenis Laporan Keuangan)


Apa itu kas kecil? Kas kecil kerap disebut juga dengan petty cash, mungkin sudah banyak yang familiar dengan istilah tersebut. Sesuai namanya, kas kecil berjumlah lebih kecil dibanding kas yang disimpan di bank. Kas kecil ini disediakan perusahaan sebagai dana untuk acara operasional perusahaan yang tidak membutuhkan dana besar, atau relatif kecil. (Baca juga: Pengertian Akuntansi Keuangan)


Pengertian kas kecil berdasarkan beberapa hebat ialah sebagai berikut:


Cash fund used to pay relatively small amounts but still mantail satisfactory control.” (Weygandt)


Dana yang disisihkan oleh perusahaan untuk membiayai pengeluaran dengan jumlah yang relatif kecil.” (Johar Arifin)


Uang kas yang disediakan perusahan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak hemat apabila dibayar dengan cek.” (Zaki Baridwan)


Sponsors Link





Keperluan yang dibayar memakai kas kecil biasanya merupakan keperluan yang relatif kecil dan bab dari operasional harian perusahaan. Misalnya, untuk membeli alat tulis kantor, materai, biaya transport, dan lain sebagainya. (Baca juga: Metode Penghapusan Piutang)


Ketentuan Pengelolaan Kas Kecil


Pada dasarnya, kas kecil dipergunakan untuk membayar keperluan perusahaan yang bersifat relatif kecil. Namun, apakah semua hal kecil sanggup dibayar memakai kas kecil? Tentu saja tidak. Penggunaan kas kecil harus sesuai dengan estimasi yang dibuat, biar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kas kecil. Maka dari itu, pengelolaan kas kecil harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut:



  • Penggunaan Sesuai Batas Maksimal


Seperti yang sudah diulas sebelumnya, estimasi dana kas kecil sudah dibuat sebelum kas kecil tersebut dicairkan. Biasanya perusahaan memasukkan juga estimasi dana keperluan mendadak sekian persen, sehingga penggunaan kas kecil tidak melebihi batas maksimal yang ditentukan. (Baca juga: Cara Membuat Neraca Saldo)



  • Tidak Untuk Pemberian Pinjaman


Kas kecil merupakan dana untuk membiayai keperluan perusahaan, bukan keperluan pegawai. Makara kas kecil tidak diperkenankan untuk diberikan sebagai pemberian kepada pegawai. Biasanya perusahaan mempunyai bab tersendiri dalam mengurus pemberian yang sanggup diberikan pada pegawai, dan tentu saja itu bukan bab kas kecil.



  • Bukti Pengeluaran Harus Disetujui Pengelola Kas Kecil


Bukti pengeluaran kas kecil harus menerima persetujuan dari bab pengelola kas kecil. Bagian pengelola akan memperlihatkan tanda tangan sebagai persetujuan akan pengajuan pengeluaran yang dibutuhkan. Hal ini untuk meminimalisir penyalahgunaan dana kas kecil untuk hal yang tidak penting atau kepentingan pribadi. (Baca juga: Tujuan Laporan Keuangan)



  • Bukti Pembayaran Harus Dilampirkan


Masih dalam rangka meminimalisir penyalahgunaan dana, bukti pembayaran harus dilampirkan dalam bukti pengeluaran kas kecil. Selain itu, mirip yang disebutkan sebelumnya, bukti ini sebagai lampiran untuk laporan pertanggung balasan kas kecil. (Baca juga: Perbedaan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional)


Sifat Kas Kecil


Untuk lebih mengenali dan membedakan kas kecil dari yang lainnya, kas kecil mempunyai dua sifat utama. Sifat-sifat tersebut menjadi ciri khas dari kas kecil. Dan berikut ialah sifat dari kas kecil:



  • Nominal Dibatasi


Perusahaan biasanya membatasi jumlah kas kecil yang dikeluarkan. Dan penggunaannya pun berkisar antara nominal yang sudah dibatasi itu, sebisa mungkin tidak lebih atau kurang. (Baca juga: Perkembangan Akuntansi Syariah)


Misalnya, dalam sebulan perusahaan menganggarkan Rp 10.000.000 untuk kas kecil atau petty cash. Maka penggunaan kas kecil pun harus berkisar diantara nominal tersebut. Biasanya nominal sanggup berubah di periode selanjutnya, bila ditemukan adanya penambahan atau pengurangan kebutuhan yang dirasa perlu.


Seperti misalnya, di bulan Juni 2016 didapati perusahaan membutuhkan  tambahan Rp 1.000.000 per-bulan alasannya ada penambahan biaya transport yang dibutuhkan. Maka sanggup dianggarkan di bulan  Juli dana kas kecil sebesar Rp 11.000.000. (Baca juga: Manfaat Jurnal Khusus)



  • Transaksi Jumlah Kecil


Sesuai dengan namanya yaitu kas kecil, transaksi yang dibayar memakai dana ini pun merupakan transaksi yang berjumlah kecil. Biasanya merupakan kebutuhan harian  atau mingguan perusahaan yang memang tidak membutuhkan dana besar.


Misalnya, perusahaan kedatangan tamu dari calon investor. Tentunya mustahil jikalau tamu tidak disuguhkan makanan dan minuman. Biaya untuk membeli makanan dan minuman untuk tamu tersebut diambil dari kas kecil. (Baca juga: Fungsi Buku Besar)


Atau contohnya lagi, bab marketing perlu mengirimkan proposal penawaran kepada calon klien gres yang dianggap potensial. Biaya pengiriman dokumen tersebut tentunya tidak ditanggung oleh bab marketing, namun diambil dari kas kecil. (Baca juga: Kerangka Konseptual Akuntansi Keuangan)


Mengapa Dibentuk Kas Kecil?


Untuk apa kas kecil dibentuk? Mungkin ada pertanyaan mengenai hal tersebut. Berikut ialah tujuan dari dibentuknya kas kecil:



  1. Mempercepat jalannya acara operasional yang membutuhkan dana mendadak, yang tidak sanggup menunggu pencairan dana dari bank.

  2. Menghindari cara pembayaran yang bersifat tidak hemat dan tidak mudah untuk keperluan yang relatif kecil.

  3. Menghindari kekurangan perlengkapan dan kebutuhan kantor yang bersifat kecil tapi penting, mirip ATK, materai, dan sebagainya.

  4. Meringankan beban pegawai, sehingga pegawai tidak perlu memakai dana pribadinya untuk keperluan perusahaan.

  5. Mempercepat pembayaran yang butuh dilunasi segera, jikalau proses pencairan dana besar membutuhkan sistem birokrasi yang panjang mirip penandatanganan dari atasan.


Proses Pembentukan Kas Kecil


Setelah memahami apa itu kas kecil, beserta sifat dan tujuan dibentuknya; kita perlu memahami bagaimana proses pembentukan kas kecil. Berikut ialah alur pembentukan kas kecil yang secara umum dipakai perusahaan:



  • Pembuatan Estimasi Nominal Dana Kas Kecil


Hal pertama yang perlu dilakukan ialah menciptakan rincian estimasi dana yang diharapkan untuk keperluan operasional harian perusahaan. Perlu diingat bahwa keperluan yang dimasukkan ialah keperluan yang bersifat relatif kecil, bukan mirip pembelian sparepart atau materi baku dalam jumlah besar. Biasanya estimasi dibuat untuk periode satu bulan. (Baca juga: Fungsi Laporan Keuangan)


Sponsors Link





  • Penarikan Cek


Setelah estimasi dibuat, perusahaan lalu melaksanakan penarikan cek atau dana dari bank. Penarikan dana sesuai dengan nominal pada estimasi dana kas kecil. Dana ini lalu diberi keterangan untuk kas kecil. (Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi)



  • Penyimpanan Kas Kecil


Langkah selanjutnya ialah penyimpanan dana kas kecil. Penyimpanan ini dilakukan oleh kasir kas kecil, bab keuangan, atau bab yang berwenang di perusahaan tersebut. Bagian ini yang nantinya mengelola penggunaan kas kecil. Bagian ini juga perlu menciptakan laporan pertanggung balasan atas penggunaan kas kecil berdasarkan bukti-bukti transaksi yang terjadi.(Baca juga: Macam-macam Rasio)


Setelah kas kecil terbentuk, maka kas kecil pun siap untuk dipakai dalam acara operasional perusahaan. Biasannya pengelola kas kecil sudah mempunyai pos-pos keperluan mana saja yang akan dibayar memakai kas kecil. Jika ada bab lain yang membutuhkan keperluan (yang relatif kecil tentunya) bersifat mendadak, mereka sanggup mengajukan kebutuhan tersebut pada pengelola kas kecil. Pengelola kas kecil ini yang lalu mempunyai wewenang untuk mencairkan dana ke bab yang dibutuhkan.


Setiap bab atau pegawai yang memakai dana kas kecil, baik kebutuhan mendadak maupun bukan, harus memperlihatkan bukti transaksi kepada bab pengelola kas kecil. Bukti-bukti ini yang lalu dilampirkan dalam laporan pertanggung balasan kas kecil yang dibuat oleh pengelola kas kecil tiap periode nya. (Baca juga: Sistem Akuntansi Biaya Perusahaan)


Demikian klarifikasi mengenai pengelolaan kas kecil atau pengelolaan petty cash. Semoga goresan pena ini sanggup berkhasiat bagi anda yang mencari informasi mengenai kas kecil, sifatnya, tujuannya, proses pembentukannya, serta ketentuan pengelolaannya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar