Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Transaksi Bisnis Perusahaan Dan Persamaan Dasar Akuntansi

Dalam bisnis atau aktivitas perusahaan, tentunya tak lepas dari transaksi bisnis. Bisa dibilang, transaksi bisnis ialah roda pencetus supaya perusahaan sanggup terus berjalan dengan lancar. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami lebih mendalam mengenai transaksi bisnis perusahaan. (Baca juga: Tujuan Akuntansi Biaya)


Maka disini akan diulas secara lengkap wacana transaksi bisnis yang sering terjadi pada dunia perusahaan. Setiap perusahaan akan selalu hati – hati dalam menjalankan bisnisnya. Selain menjalan kan bisnis maka juga harus meneliti disetiap transaksi – transaksi yang terjadi pada aktivitas bisnisnya. Maka simak ulasan di bawah ini biar bisnis anda akan berjalan dengan lancar dan akan sukses terus.


Pengertian Transaksi Bisnis


Transaksi bisnis (business transaction) merupakan sebuah insiden  yang bernilai ekonomis, yang dilakukan dan dijalani perusahaan serta mengakibatkan perubahan kondisi perusahaan terutama kondisi keuangan. Transaksi bisnis yang terjadi mempengaruhi tiga hal fundamental dalam keuangan perusahaan, yaitu harta atau aset, hutang atau kewajiban, dan modal. Selain itu, transaksi bisnis juga memperlihatkan imbas pada hasil operasional perusahaan.


Kegiatan perusahaan yang dilakukan mempunyai tujuan utama yaitu menghaasilkan laba. Untuk meraih tujuan ini, perusahaan perlu melaksanakan aktivitas operasional menyerupai melaksanakan penjualan, kerjasama dengan klien, memperluas jaringan penjualan, dan lain sebagainya. Kegiatan operasional yang kemudian menghasilkan atau mengurangi dana perusahaan, merupakan ilustrasi sederhana dari transaksi bisnis. (Baca juga: Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil)


Dana yang didapat dari transaksi bisnis akan diputar lagi untuk kelangsungan operasional perusahaan. Kegiatan operasional bukan hanya terkait penjualan produk atau segala sesuatu yang bekerjasama dengan barang yang kita produksi. Kegiatan operasional juga meliputi pembayaran honor pegawai, pembayaran biaya-biaya yang ditanggung perusahaan, penanaman modal untuk kerjasama dengan pihak lain, dan lain sebagainya.


ads





Pengelompokan Transaksi Bisnis


Setelah memahami apa itu transaksi bisnis, selanjutnya ialah pengelompokkan transaksi bisnis. Transaksi bisnis sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu transaksi menurut pihak yang melakukannya dan transaksi menurut sumbernya. Berikut klarifikasi lebih lengkapnya. (Baca juga: Jenis Jenis Laporan Keuangan)


1. Transaksi Bisnis Berdasarkan Pihak yang Melakukannya


Berdasarkan pihak yang melaksanakan transaksi atau aktivitas bisnis, transaksi bisnis dibagi ke dalam dua jenis. Jenis transaksi tersebut adalah:



  • Transaksi Bisnis Eksternal


Pengertian transaksi bisnis eksternal ialah segala transaksi atau insiden bisnis yang bekerjasama dengan pihak di luar perusahaan. Transaksi eksternal biasanya berkaitan bersahabat dengan perjuangan mendapat keuntungan dari aktivitas operasional perusahaan. Atau aktivitas perputaran modal guna menjalankan aktivitas operasional perusahaan. (Baca juga: Macam-Macam Akuntansi)


Beberapa pola transaksi bisnis eksternal adalah:



  1. Pembelian materi baku produk.

  2. Pembelian perlengkapan untuk menjalankan usaha.

  3. Pembayaran untuk sewa gedung.

  4. Pembelian kawasan usaha.


Sponsors Link






  • Transaksi Bisnis Internal


Pengertian transaksi bisnis eksternal ialah segala transaksi atau insiden ekonomis yang bekerjasama dengan pihak di dalam perusahaan. Atau dengan kata lain, pihak dalam perusahaan ialah bagian-bagian dari perusahaan itu sendiri. Seperti divisi dalam perusahaan, pegawai, dan lain sebagainya. Transaksi internal biasanya bekerjasama dengan segala sesuatu yang menjalankan aktivitas operasional perusahaan. (Baca juga: Macam-Macam Rasio)


Beberapa pola transaksi internal:



  • Pembayaran honor pegawai.

  • Penggunaan perlengkapan perusahaan.

  • Pemanfaatan nilai guna mesin.


2. Transaksi Bisnis Berdasarkan Sumbernya


Berdasarkan sumber transaksi atau aktivitas bisnis, transaksi bisnis dibagi ke dalam dua jenis. Jenis transaksi tersebut adalah:



  • Transaksi Usaha


Pengertian transaksi usaha adalah segala transaksi atau aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan aktivitas perjuangan atau operasional perusahaan. (Baca juga: Metode Pencatatan Kas Kecil)


Berikut ialah beberapa pola transaksi usaha yang dilakukan perusahaan:



  1. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari operasional.

  2. Penjualan barang dagangan baik tunai maupun kredit.

  3. Pembelian materi baku untuk produksi.

  4. Pendapatan yang belum diterima atau piutang.

  5. Pendapatan yang diterima di awal/ di muka.



  • Transaksi Modal


Pengertian transaksi modal ialah segala transaksi atau aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan modal perusahaan, pemilik perusahan, atau penanam saham (investor). (Baca juga: Metode Penghapusan Piutang)


Berikut ialah beberapa pola transaksi modal yang terjadi dalam perusahaan:



  1. Penyerahan investasi atau dana modal dari pemilik perusahaan.

  2. Penanaman investasi atau dana modal dari investor.

  3. Pengambilan dana oleh pemilik perusahan, atau yang disebut juga prive atau drawing.

  4. Pembayaran honor pegawai perusahaan.

  5. Pembayaran biaya-biaya rutin menyerupai biaya listrik, telepon, air, dan lain sebagainya.


Bukti Transaksi


Setelah memahami apa saja jenis-jenis transaksi, ada juga yang disebut bukti transaksi. Bukti transaksi sangat penting dalam melaksanakan aktivitas atau transaksi bisnis, terutama jikalau menyangkut perusahaan dan dana yang tidak sedikit. Dengan adanya bukti transaksi, para pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis terhindar dari kemungkinan terjadinya dilema atau sengketa di masa mendatang. (Baca juga: Pengertian Akuntansi Perpajakan)


Bukti transaksi sendiri merupakan bukti tertulis yang mencatat dan merangkum setiap aktivitas transaksi yang dilakukan perusahaan. Bukti transaksi terbagi menjadi dua, yaitu bukti transaksi internal dan eksternal. Berikut ialah penjelasannya.



  • Bukti Transaksi Internal


Sesuai namanya, bukti transaksi internal ialah bukti transaksi yang dipakai dalam internal perusahaan. Biasanya perusahaan mempunyai format dan macam-macam bukti tersendiri, yang berkaitan dengan kebutuhannya masing-masing. Bukti transaksi internal juga sanggup berupa memo tertulis dari belahan tertentu, contohnya belahan keuangan. (Baca juga: Fungsi Buku Besar)



  • Bukti Transaksi Eksternal


Bukti transaksi eksternal merupakan bukti transaksi yang mencatat transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Terdapat beberapa jenis bukti transaksi eksternal, yaitu:



  1. Faktur, yaitu bukti dari perhitungan penjualan yang dilakukan secara kredit. Faktur dibentuk oleh pihak penjual dan diberikan pada pihak pembeli dan dibentuk rangkap dua. Faktur yang orisinil diberikan kepada pembeli sebagai bukti pembelian, dan yang salinan disimpan penjual sebagai bukti penjualan. (Baca juga: Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik)

  2. Kwitansi, atau official receipt. Kwitansi mungkin sudah lebih familiar di pendengaran kita, merupakan bukti transaksi atas penerimaan uang dari pembayaran sesuatu. Kwitansi harus ditanda tangani oleh kedua belah pihak, dan dibentuk rangkap dua juga kemudian disimpan masing-masing. Kegunaan kwitansi ialah sebagai bukti pencaatatan penerimaan uang.

  3. Nota debet, atau debit memo, yaitu bukti transaksi mengenai pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim perusahaan kepada konsumen. Dalam nota debet, perusahaan memberikan bahwa akun konsumen telah ditambah di belahan debet. (Baca juga: Cara Membuat Buku Besar)

  4. Nota kredit, yaitu bukti transaksi mengenai pemberitahuan atau perhitungan yang dikirim perusahaan kepada konsumennya. Namun berberbeda dengan nota debet, di nota kredit perusahaan memberi tahu pada konsumen mengenai perubahan akun di belahan kredit.

  5. Cek, yaitu bukti transaksi yang dipakai sebagai surat perintah kepada bank untuk mencairkan sejumlah dana pada nasabah atau pemilik cek. Cek biasanya dipakai sebagai alat pembayaran transaksi bisnis yang dilakukan perusahan, alasannya ialah memakai uang tunai akan tidak praktis. Cek mempunyai dua lembar, yaitu lembar utama dan struk. Lembar utama diserahkan pada pihak lain untuk pembayaran, sedangkan lembar struk disimpan sebagai bukti transaksi berikut kwitansi pembayaran.

  6. Bilyet giro, yaitu bukti transaksi yang juga merupakan surat perintah kepada bank. Namun berbeda dengan cek, bilyet giro berisi perintah untuk memindah bukukan sejumlah dana dari rekening nasabah ke rekening penerima. Bilyet giro juga tidak sanggup dicairkan pribadi menjadi uang tunai, namun sanggup disetorkan  kepada bank untuk menambah saldo pada rekeningnya. (Baca juga: Jurnal Pengeluaran Kas)

  7. Bukti kas masuk dan kas keluar. Bukti kas merupakan bukti transaksi penerimaan uang masuk dan pengeluaran uang perusahaan. Contoh bukti kas masuk ialah kwitansi yang diberikan pada pembeli dan nota, sedangkan pola bukti kas keluar ialah kwitansi dari penjual dan nota kontan. 


Pengaruh Transaksi Bisnis dalam Akuntansi


Sebagai insiden ekonomi, tentunya transaksi bisnis mempunyai imbas dalam akuntansi. Pengaruh transaksi bisnis ini akan berimbas pada terjadinya perubahan ketiga unsur dasar persamaan akuntansi. Ketiga umsur tersebut adalah:



  • Aset atau harta perusahaan.

  • Kewajiban atau hutang perusahaan.

  • Modal atau ekuitas perusahan.


Sponsors Link




Perubahan pada ketiga unsur itu ialah terjadinya kenaikan atau penurunan salah satu atau seluruh ketiga unsur diatas. Dengan adanya perubahan  pada ketiga unsur tadi, maka pencatatan keuangan yang dilakukan pun terdapat perubahan, penambahan atau update data yang terkait. (Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi)


Persamaan dasar akuntansi ialah sebagai berikut:


Aset = Kewajiban + Modal


Aset merupakan harta atau sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk dipakai dalam proses operasional dan kelancaran aktivitas perusahaan. Aset sanggup dikatakan sebagai hal yang mempunyai kapasitas untuk memperlihatkan manfaat secara hemat bagi perusahaan. Aset terdiri dari adonan atau total jumlah kewajiban dan modal.


Kewajiban dikenal juga sebagai hutang, yaitu klaim atas aset tertentu. Hutang muncul dari peminjaman kepada pihak lain guna menambah modal, membeli perlengkapan, dan lain sebagainya. Hutang juga sanggup muncul dari pembelian yang dilakukan secara kredit, bukan tunai. (Baca juga: Cara Membuat Neraca Lajur)


Sedangkan modal ialah kepemilikan dana atau aset yang ada di perusahaan oleh pemilik perusahaan. Modal dihitung dari total aset keseluruhan dikurangi dengan kewajiban yang ditanggung perusahaan. Modal dipakai untuk melaksanakan perputaran aktivitas dan kelancaran operasional perusahaan.


Ketiga hal tadi sangat besar lengan berkuasa jumlahnya jikalau terjadi transaksi bisnis. Transaksi bisnis yang dilakukan perusahaan akan mengakibatkan kebutuhan akan pencatatan unsur dasar akuntansi tersebut. Akan ada unsur yang bertambah dan unsur lain berkurang. (Baca juga: Manfaat Jurnal Khusus)


Misalnya, perusahaan membeli sparepart untuk materi pembuatan produk yang akan mereka jual. Transaksi pembelian sparepart ini menambah aset perusahaan yaitu persediaan materi baku. Namun secara bersamaan, pembelian sparepart juga mengurangi modal yang dimiliki perusahan. Dengan begitu, perlu dilakukan pencatatan update berdasarkan transaksi bisnis tersebut.


Demikian pembahasan mengenai transaksi bisnis perusahaan. Semoga tulisan ini sanggup berkhasiat bagi anda yang mencari informasi mengenai transaksi bisnis, kelompok transaksi bisnis, bukti transaksi, dan imbas transaksi bisnis.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar