Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Macam-Macam Rasio Keuangan Dan Rumusnya

Rasio Keuangan atau Financial Ratio dikenal sebagai alat analisis keuangan yang dipakai untuk menilai kinerja suatu organisasi bisnis dan dilihat dari perbandingan data keuangan. Perbandingan data keuangan ini akan tertera pada pos laporan keuangan. Penggunaan Rasio Keuangan ini akan memperlihatkan nilai kinerja perusahaan apakah sudah tergolong baik atau belum. Rasio ini juga bisa memperlihatkan citra kinerja ketika ini yang diproyeksikan ke masa mendatang. Manfaatnya yaitu bagi penganalisis bisa membantu para manajer selaku pengambil keputusan mempertimbangkan hal-hal krusial sebelum menetapkan keputusan terkait operasional perusahaan. (Baca Juga: Fungsi Akuntansi Biaya)


Rasio Keuangan tidak hanya terdiri dari satu macam saja. Ada beberapa macam rasio. Penjelasan dan rumusnya akan dijabarkan secara singkat sebagai berikut ini. Sebelum masuk dalam pembagian yang lebih rinci, perlu diketahui pembagian secara garis besar terhadap rasio keuangan. Ada 4 macam rasio keuangan yang umum dipakai di Indonesia, di antaranya: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio Aktivitas. (Baca Juga: Jurnal Penerimaan Kas)


Rasio Likuiditas


Rasio Likuiditas adalah rasio atau perbandingan yang bisa memproyeksikan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut biasanya dalam bentuk utang jangka pendek. Ketika perusahaan tersebut mempunyai rasio likuiditas yang baik, artinya ia mempunyai kemampuan dalam melunasi utang jangka pendek tersebut, perusahaan tersebut akan disebut sebagai ‘Perusahaan yang Likuid’. Sedangkan kalau ternyata dalam hasil perhitungan rasionya ia dinilai tidak mempunyai kemampuan cukup untuk melunasi utang jangka pendek, perusahaan tersebut akan menyandang gelar ‘Ilikuid’. (Baca Juga: Fungsi Buku Besar)


Rasio likuiditas bukan merupakan rasio tunggal. Ada beberapa jenis rasio yang termasuk dalam rasio likuiditas, di antaranya:



  • Current Ratio


Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini akan memproyeksikan kemampuan perusahaan yang dilambangkan dengan aktiva lancar dalam menutup utang lancar yang dimiliki. Beberapa hal yang tergolong dalam aktiva lancar yaitu kas, piutang, persediaan, dan beberapa aktiva lain. Sementara itu yang termasuk dalam utang lancar antara lain utang dagang dan wesel, utang bank, utang gaji, dan sebagainya. Rumus untuk menghitung Current Ratio yaitu sebagai berikut:


Current Ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%


Dari rumus tersebut, ketika nilai Current Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, artinya perusahaan tersebut mempunyai kemampuan untuk menutup utang lancar dengan aktiva lancar yang nilainya sama. Maka, semakin besar nilai Current Ratio mencerminkan kemampuan perusahaan yang juga semakin besar dan bisa dalam menutup utang lancar.



  • Quick Ratio


Disebut juga dengan Ratio Cair atau Acid Ratio. Quick Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan utang lancar yang dimiliki. Ratio ini lebih melihat pada komponen aktiva lancar yang lebih likuid ibarat kas, surat berharga, dan piutang. Rumus untuk menghitung Quick Ratio yaitu sebagai berikut:


Quick Ratio = [(Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar] x 100%


Dari rumus tersebut, ketika nilai Quick Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, ia sudah dikatakan sebagai perusahaan andal yang berpengaruh sebab mempunyai aktiva lancar yang bisa menutup utang lancar. Semakin besar nilai Quick Ratio yang didapat memperlihatkan kekuatan perusahaan tersebut. Meski begitu, perusahaan yang sehat tak harus selalu dilihat dari nilai Quick Ratio-nya yang sama dengan 1. Terkadang, nilai di bawah 100% namun sudah mendekati 100% juga bisa mencerminkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka dengan aktiva lancar yang dimiliki.


Sponsors Link






  • Cash Ratio


Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar ini dibutuhkan bisa segera dicairkan menjadi uang kas. Kas yang dimaksud di sini setara dengan uang yang ada di perusahaan yang disimpan di kantor maupun bank. Selain itu, ada harta setara kas ibarat harta lancar yang gampang dicairkan namun hal ini mempunyai dampak dari efek kondisi ekonomi negara bersangkutan. Rumus menghitung nilai Cash Ratio yaitu sebagai berikut:


Cash Ratio = [(Kas + Setara Kas) : Utang Lancar] x 100%


Nilai Cash Ratio yang baik yaitu mencapai 100% atau lebih, sebab nilai ini akan menggambarkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka memakai kas dan harta setara kas. Meski begitu, nilai Cash Ratio di bawah 100% yang mendekati 100% juga bisa dianggap menggambarkan kekuatan perusahaan yang cukup baik dalam menutup utang lancar mereka.


Rasio Solvabilitas


Rasio Solvabilitas adalah rasio atau perbandingan yang menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka. Hal itu termasuk kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Perusahaan yang tergolong solvable yaitu perusahaan yang mempunyai harta atau aktiva yang relatif cukup membayar semua utang yang dimilikinya. Ketika perusahaan tersebut tidak bisa membayar semua utang dengan semua aktivanya, perusahaan tersebut dikatakan insolvable. Ada dua jenis rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas, yaitu:


ads






  • Total Debt to Total Assets Ratio


Total Debt to Total Assets Ratio atau yang lebih dikenal dengan nama Debt Ratio ini yaitu perbandingan yang mengukur persentase besar dana yang asalnya dari utang, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Mengukur Debt Ratio ini memakai rumus berikut:


Debt Ratio = (Total Utang : Total Aktiva) x 100%


Dari rumus tersebut, ketika nilai Debt Ratio semakin kecil, maka nilai tersebut menggambarkan keamanan dana perusahaan. Rumus tersebut mengkomunikasikan bahwa kemampuan perusahaan bisa menutup utang dengan aktiva. (Baca Juga: Ruang Lingkup Akuntansi Syariah)



  • Debt to Equity Ratio


Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari itu), artinya perusahaan mempunyai modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat mempunyai tingkat utang yang tidak melebihi modal sendiri biar beban perusahaan tidak terlampau tinggi. Dari klarifikasi tersebut bisa kita buat rumus sederhana Debt to Equity Ratio ini sebagai berikut:


Debt to Equity Ratio = (Total Utang : Modal) x 100%


Rasio Rentabilitas


Poin ketiga membahas Rasio Rentabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapat keuntungan yang mereka inginkan. Rasio ini dianggap paling bekerjasama dengan kelangsungan hidup perusahaan. Rasio Rentabilitas bukan rasio tunggal sebab di dalamnya terdapat beberapa rasio yang mengukur kemampuan tersebut, di antaranya:


(Baca Juga: Fungsi Buku Besar dalam Akuntansi)



  • Profit Margin


Profit Margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan higienis pada tingkat penjualan yang sudah ditentukan. Biasanya, Profit Margin sudah akan tertera di cara menciptakan Laporan Laba Rugi. Rasio ini menciptakan penggunanya akan mengintepretasikan kemampuan perusahaan untuk menekan biaya pada periode tertentu. Rumus dari Profit Margin yaitu sebagai berikut:


Profit Margin = (Laba Bersih : Penjualan) x 100%


Ketika kita mendapat nilai mendekati 100% pada rasio ini, bisa dikatakan peruashaan mempunyai kemampuan yang relatif tinggi untuk mengumpulkan keuntungan bersih.



  • Gross Profit Margin


Gross Profit Margin adalah perbandingan yang mengukur keuntungan kotor terhadap penjualan higienis yang dilakukan perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana keuntungan kotor yang bisa diraup perusahaan pada setiap penjualannya. Nilai Gross Profit Margin yang semakin tinggi mencerminkan kondisi keuangan perusahaan tersebut yang semakin baik. Rumus Gross Profit Margin yaitu sebagai berikut:


Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100%



  • Net Profit Margin


Net Profit Margin atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Margin Laba higienis merupakan alat pengukur keuntungan higienis yang didapatkan perusahaan per satu satuan mata uang penjualan. Selain itu, rasio ini juga mengukur efisiensi produksi, administrasi, hingga manajemen pajak. Dari rumus yang didapatkan, bila nilai rasio ini relatif tinggi (mendekati 100%, 100% atau lebih dari itu) maka perusahaan dikatakan mempunyai kemampuan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Rumus Net Profit Margin adalah:


Net Profit Margin = (Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan Bersih) x 100%



  • Return On Investment (ROI)


Return On Investment adalah rasio yang relatif umum yang dipakai untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan ektika akan menghasilkan keuntungan guna menutup sistem akuntansi biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Sebagai catatan, penghitungan rasio ini melibatkan keuntungan yang merupakan keuntungan higienis sehabis pajak (Earning After Tax). Rumus rasio ini:


Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100%



  • Return On Assets (ROA)


Return On Assets atau Rentabilitas Ekonomis ini merupakan rasio yang memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya. Laba yang dihasilkan berdasarkan perhitungan rasio ini yaitu keuntungan sebelum bunga dan pajak atau sering disebut juga EBT. Semakin tinggi nilai rasio yang didapatkan maka semakin baik kemampuan perusahaan tersebut untuk mendapat keuntungan dengan memanfaatkan semua aktivanya. Rumus ROA adalah:


Return On Assets = (EBT : Total Aktiva) x 100%


Rasio Aktivitas


Rasio Aktivitas adalah rasio yang mengukur efektivitas sebuah perusahaan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki. Rasio-rasio yang tergolong dalam Rasio Aktivitas ini akan melibatkan perbandingan antara penjualan maupun investasi dalam banyak sekali jenis aktiva.


(Baca Juga: Manfaat Jurnal Khusus)



  • Perputaran Piutang


Perputaran Piutang adalah rasio untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Cara mengukurnya yaitu dengan menghitung berapa rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rumus perputaran piutang yaitu sebagai berikut:


Perputaran Piutang = Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang Dagang


Dari rumus tersebut, kalau nilai rasio perputaran piutang tinggi (lebih dari 1) maka artinya perusahaan tersebut mempunyai efektivitas pengelolaan piutang yang tinggi pula.


Sponsors Link





  • Perputaran Persediaan


Perputaran Persediaan adalah rasio yang juga mencerminkan likuiditas suatu perusahaan dengan mengukur tingkat efisiensi pengelolaan yang dilakukan perusahaan dan juga penjualan persediaan yang mereka miliki. Jika hasil perhitungan rasio ini tinggi (biasanya akan lebih dari 1), maka perusahaan tersebut diyakini mempunyai efektivitas perputaran persediaan dan juga kinerja manajemen perusahaan. Rumus rasio ini adalah:


Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan



  • Perputaran Aktiva Tetap


Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang didasarkan pada aktiva tetap perusahaan. Rasio ini menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap mereka. Ketika nilai rasionya tinggi, perusahaan tersebut direfleksikan mempunyai efektivitas proporsi aktiva tetap yang tinggi. Rasio ini menjadi sebuah perhitungan yang penting ketika dipakai pada perusahaan yang bergerak dalam industri dengan proporsi aktiva tetap tinggi. Rumus Perputaran Aktiva Tetap adalah:


Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan : Total Aktiva



  • Perputaran Total Aktiva


Perputaran Total Aktiva adalah rasio untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva perusahaan. Jika nilai rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut bisa dinilai sebagai perusahaan dengan sistem manajemen yang baik. Namun, ketika nilai rasio ini relatif rendah (kurang dari 1 atau mendekati nol) maka perusahaan tersebut bisa dinilai mempunyai manajemen yang kurang baik, baik dalam strategi, pemasaran, hingga pengeluaran untuk investasi. Rumus Perputaran Total Aktiva yaitu sebagai berikut:


Perputaran Total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva


Demikianlah warta yang bisa kami sajikan terkait dengan banyak sekali macam rasio keuangan, fungsi, dan rumusnya. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam mempelajari prinsip-prinsip akuntansi dan keuangan.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar