Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Karakteristik Dan Perawatan Burung Tengkek Raja Udang

Tengkek Raja Udang punya warna bulu biru kehijauan yang mengakibatkan burung ini tampak sangat mempesona. Apabila burung Tengkek Udang ini keadaan menukik pada anutan air maka akan tampak bayangan biru kehijauan dari bulunya.

Tak hanya warnanya yang cantik, Tengkek Udang ini juga punya bunyi yang bagus untuk digpakai sebagai burung masteran. Sekilas bunyi Tengkek Raja Udang mirip dengan bunyi Jalak Suren yang selalu ngekek.

Para pecinta burung, jenis burung Tengkek Udang ini dipelihara tujuannya untuk memaster burung kicauan kesayangan mereka. Misalnya mirip burung Anis Merah, Love Bid, Murai Batu, Cucak Ijo dan lain sebagainya.

Burung Tengkek Udang ini termasuk burung pemburu yang cerdik. Hal ini disebabkan dari tempatnya bertengger, burung Tengkek Raja Udang bisa sabar dalam menunggu makanannya. Hal ini terbukti jikalau burung ini sangat lincah.

Tengkek Raja Udang punya warna bulu biru kehijauan yang mengakibatkan burung ini tampak sanga Karakteristik dan Perawatan Burung Tengkek Raja Udang
Tengkek Raja Udang

Selain itu, kelihaian Tengkek Udang ini juga sanggup kita saksikan jikalau ada ikan yang muncul pada permukaan air. Maka dari itu, burung Tengkek Udang ini akan melesat menggunakan kecepatan yang tinggi.

Kemudian menukik ke dalam air untuk menyambar ikan itu. Burung Tengkek Udang ini ibaratnya mirip anak panah. Sangat cermat dalam menangkap mangsa dengan begitu tepat.

Habitat Burung Raja Udang

Secara menyeluruh, sebagian besar spesies yang merupakan keluarga kingfisher tidak termasuk burung yang layak dan cocok dipelihara. Karena ketika di alam liar, burung ini tidak lepas dari wilayah air.

Misalnya di embung, sungai, hingga dengan area danau. Oleh alasannya ialah itu, tidak sedikit pecinta burung kicau yang kesal alasannya ialah beberapa kali memelihara raja udang tapi selalu mati. Akan tetapi, ada juga beberapa pecinta burung yang bisa memelihara raja udang sampai waktu setahun lebih.

Tak hanya itu, faktor kegagalan pada ketika pemeliharaan burung ini khususnya lantaran jarang yang mau mendapatkan pakan kering mirip halnya voer.

Oleh alasannya ialah itu, pemelihara harus selalu menyiapkan pakan berupa binatang yang pada umumnya ditemukan di air atau di pinggiran sungai ataupun kolam. Misalnya saja ikan, udang, katak, kepiting, dan juga banyak sekali jenis reptil, dan masih banyak lagi.

Burung ini sering hinggap pada dahan pohon yang mempunyai ketinggian 1-2 meter dari permukaan air, untuk mengamati mangsanya.

Tengkek Raja udang punya penglihatan yang tajam dengan filter polarisasi, guna memotong refleksi air. Makara burung ini lebih baik dalam melihat mangsanya.

Di waktun tepat, raja udang akan menukik untuk menciduk mangsanya dari dalam air. Sat berada di dalam air, kepingan matanya akan tertutup membran. Artinya tengkek sama sekali tidak melihat mangsanya, dan hanya menggunakan naluri dan perhitungan saja.

Perilaku Tengkek Raja Udang

Tengkek Raja Udang punya warna bulu biru kehijauan yang mengakibatkan burung ini tampak sanga Karakteristik dan Perawatan Burung Tengkek Raja Udang

Sesudah berhasil memperoleh mangsanya, contohnya mirip ikan, ia akan menggigit ekor ikan kemudian memukulkan tubuh dan kepala ikan pada kerikil atau dahan pohon agar mati. Dengan begitu, raja udang sanggup memperkecil risiko tersedak lantaran mengkonsumsi ikan yang keadaan hidup.

Setelah memakan mangsanya, beberapa menit selanjutnya, kepingan yang tidak bisa dicerna oleh tubuhnya mirip halnya tulang dan duri akan dimuntahkan lagi. Kebiasaan dari burung ini yaitu berdandan sehabis makan.

Bagian bulu-bulu dari Tengkek Raja Udang ini akan diolesi dengan menggunakan minyak yang keluar dari tubuhnya. Bagian bulu-bulu bersifat anti-air, dan sanggup mengurangi risiko karam pada waktu berburu ikan pada dalam air.

Raja udang juga termasuk burung penyendiri. Sifatnya begitu teritorial, alasannya ialah setiap hari harus mengkonsumsi masakan dengan porsi 60% dari berat badannya.

Apabila berat badannya 50 gram, maka tiap hari ia harus memperoleh masakan seberat 30 gram. Hal ini yang jadi penyebab burung ini tidak cocok dipelihara dalam kandang dan simpel mati.

Sifat teritorial juga mengakibatkan burung raja udang  ini jadi lebih bernafsu pada ketika menyaksikan burung lain, termasuk pasangan serta keturunannya.

Karakteristik Burung Raja Udang

Burung Raja Udang punya ukuran tubuh yang tidak sama. Terkecil yaitu dengan ukuran 13 cm hingga dengan 15 cm asalnya dari sub family Ceyx and Alcedo.

Kemudian yang dari sub family Halycon pada umumnya mempunyai ukuran yang besar, kurang lebih sekitar 20cm++. Tengkek Udang punya warna putih yang mendominasi di seluruh tubuh.

Tak hanya itu, Tengkek Udang punyai ekor dan sayap dengan warna hitam serta biru laut.

Di kepingan dada ada garis yang dengan warna biru kehijuan yang sedikit mengkilap. Tengkek Udang punya epilog sayap dan mahkota dengan garis hitam kebiruan. Perut serta tenggorokan warnanya putih.

Tengkek Udang punya iris yang berwarna coklat. Burung ini juga mempunyai kaki yang berwarna merah dan punya paruh yang berwarna kehitam-hitaman.

Tengkek Raja Udang punya ukuran tubuh kurang lebih 15 cm dengan ciri-ciri punggung yang warnanya biru terperinci atau metalik. Di kepingan punggung warnanya gelap.

Kemudian kepingan tubuh bawah warnanya merah-jingga terang. Dan terdapat warna biru mencolok pada kepingan epilog telinga. Burung Tengkek Udang punya iris yang warnanya coklat dan juga mempunyai kaki serta leher yang pendek.

Cara Merawat Tengkek Udang

Memelihara burung Raja Udang ini jikalau semenjak dari anakan akan memberi peluang bertahan hidup lebih lama. Jika dibandingkan dengan memelihara burung cekakak yang diperoleh dari tangkapan muda hutan atau yang telah dewasa.

Tapi, dalam merawat anakan burung Tengkek Udang ini tentu tak gampang. Sebab mereka harus memperoleh nutrisi yang cukup banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Oleh alasannya ialah itu, anda harus merawat burung Raja Udang dengan benar.

Pilihlah burung Tengkek Udang anakan yang masih di loloh. Hal ini dilakukan agar bisa mengakibatkan burung tersebut lebih jinak jikalau nantinya menginjak dewasa.

Tak hanya itu, hal ini bisa menciptakan burung Tengkek Udang bertahan hidup lebih usang jikalau dipelihara dari anakan. Burung raja Udang jantan atau betina tak duduk masalah alasannya ialah suaranya semuanya sanggup dikatakan hampir sama. Oleh alasannya ialah itu, anda bisa merawat Tengkek Udang betina atau yang jantan.

Cara Membuat Pakan Lolohan

Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan lolohan untuk anakan cekakak simpel diperoleh. Yang pertama yaitu voer burung atau akan semakin baik menggunakan voer ayam broiler (BR1). Lalu 3 butir telur puyuh rebus kepingan kuningnya saja.

3 butir minyak ikan. Bahan yang selanjutnya yaitu kroto segar sebanyak 2 sendok teh. Bahan dalam menciptakan pakan lolohan Tengkek Udang cukup simpel didapatkan. Langkah menciptakan pakan lolohan Tengkek Udang juga cukup mudah.

Masukkan bahan-bahan yaitu voer serta kuning telur pada blender. Selanjutnya giling bahan-bahan itu hingga menyatu serta menjadi butiran yang lembut.

Apabila dibutuhkan anda sanggup menambahkan potongan daging ikan segar mirip ikan mas atau ikan mujair untuk digiling. Kemudian masukkan kroto. Sesudah itu, kemudian campurkan serta aduk-aduk dengan menggunakan sendok.

Teteskan minyak ikan pada gabungan pakan lolohan itu. Cara berikutnya yaitu campurkan menggunakan air panas. Kemudian aduk-aduk hingga menjadi bubur yang kental.

Lalu diamkan hingga gabungan dingin. Lalu dipindahkan ke dalam mangkuk kecil atau kawasan pakannya kemudian lakukan pelolohan.


Sumber belajarburunghias.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar