Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Mengenali Beo Yang Sakit Dan Cara Mengatasinya

Beo bisa saja jatuh sakit dan akibatnya mati mendadak. Demi menghindari hal itu, kenali gejala-gejala beo yang sakit serta tindakan penanganannya.

Beo memang merupakan jenis burung peliharaan yang cukup menggemaskan. Kemampuannya menirukan bunyi insan sambil sesekali melompat-lompat di dalam sangkar kerap menjadikannya burung yang lucu dan disukai banyak orang. Namun sayangnya, pada beberapa kasus, beo bisa mati mendadak.

Sebelum terlambat, ada baiknya Anda mengenali gejala-gejala beo yang sakit, mirip beberapa ciri berikut ini.

1. Kurang Aktif

Beo bisa saja jatuh sakit dan akibatnya mati mendadak Mengenali Beo yang Sakit dan Cara Mengatasinya
Source – youtube

Beo yang sehat umumnya bahagia mengeluarkan bunyi-bunyi ibarat bunyi insan dan burung-burung lainnya. Beo juga bahagia melompat-lompat mirip orang yang kegirangan. Namun, jikalau suatu hari Anda mendapati beo tiba-tiba membisu dan tampak murung, kemungkinan besar beo tersebut sedang sakit. Beo yang sakit akan kehilangan keseimbangan sehingga lebih menentukan bertengger di dalam sangkar saja.

2. Malas Makan

Beo yang sedang sakit juga sanggup ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Terkadang itu terjadi alasannya beo bosan dengan sajian kuliner yang sama. Namun jikalau Anda sudah mengganti sajian makanannya dan beo tetap membisu dan tidak mau makan, bisa jadi burung tersebut memang sedang sakit.

3. Terkulai

Beo bisa saja jatuh sakit dan akibatnya mati mendadak Mengenali Beo yang Sakit dan Cara Mengatasinya
Source – qubicle

Keberadaan penyakit tertentu pada beo ditandai dengan kepala yang terkulai lemas, bulu yang tampak kusam, serta sayap yang lunglai. Pada cuaca normal, beo yang sakit terkadang juga bisa tampak menggigil mirip orang yang sedang kedinginan.

4. Mata Sayu

Beo yang sehat mempunyai mata yang bundar dan jernih. Sebaliknya, ketika sedang sakit, mata beo akan tampak sayu, berair, dan kerap dipejam-pejamkan. Jika sakitnya cukup parah, Anda bisa mendapati pembengkakan di sekitar mata.

5. Kotoran

Beo bisa saja jatuh sakit dan akibatnya mati mendadak Mengenali Beo yang Sakit dan Cara Mengatasinya
Source – tokopedia

Adanya suatu duduk masalah pada beo juga bisa Anda amati dari kotoran yang dihasilkan. Beo yang sehat biasanya mengeluarkan kotoran padat berwarna hijau. Namun apabila Anda mendapati kotoran yang tampak kering dan berwarna hitam, bisa jadi beo kekurangan serat dan terlalu banyak makan jenis kuliner kering. Sebaliknya, jikalau kotoran cenderung cair, berlendir, atau disertai pasir, itu berarti ada duduk masalah yang berkaitan dengan organ pencernaan beo.

Untuk mengatasi banyak sekali permasalahan kesehatan pada beo, berikut ini beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan.

1. Isolasi

Beo yang sakit sebaiknya segera Anda tempatkan di lokasi yang cukup jauh dari beo atau burung lain yang sehat. Tindakan isolasi tersebut bertujuan untuk menghindari kemungkinan penularan penyakit.

Setelah itu, berikan bantalan koran pada sangkarnya. Letakkan juga lampu pijar yang cukup terperinci sampai mencapai suhu sekitar 36 derajat celcius. Untuk mengurangi pancaran sinar lampu, Anda bisa meletakkan penghalang berupa kain tipis. Tindakan ini bermanfaat untuk menciptakan beo merasa lebih hangat.

2. Pemberian Pakan Ekstra

Selama sakit, beo membutuhkan energi ekstra biar bisa segera pulih kembali. Untuk itu, Anda bisa memberikannya sajian kuliner bernutrisi tinggi, mirip kroto, madu, atau susu. Jika beo tetap menolak untuk memakannya, Anda bisa memaksanya dengan cara mencekokkan kuliner tersebut ke dalam mulutnya. Untuk mempermudah memasukkan kroto, Anda harus mengubahnya terlebih dahulu menjadi bubur.

Beo yang mengeluarkan kotoran berupa cairan umumnya akan mengalami dehidrasi. Untuk itu, Anda bisa memberikannya pepaya yang mengandung banyak serat dan air. Dengan demikian, beo bisa terhindar dari risiko penyakit lain akhir dehidrasi.

3. Ketenangan

Beo yang sakit membutuhkan ketenangan. Sebab, suara-suara gaduh di sekitar terkadang bisa menciptakan burung menjadi stres. Jadi, tempatkan sangkar beo di kawasan yang damai dan jauh dari keramaian, termasuk keramaian manusia, kemudian lintas, atau bahkan burung-burung lain.

4. Dokter Hewan

Jika tindakan pengobatan yang sudah Anda lakukan tidak memperlihatkan tanda-tanda perubahan, itu berarti beo perlu menerima perawatan khusus dari dokter hewan. Dengan begitu, penyakit pada beo bisa segera terdeteksi dan memperoleh penanganan yang tepat.

Menjaga contoh makan dan kebersihan sangkar menjadi langkah wajib untuk menghindarkan beo dari risiko terkena penyakit. Namun jikalau sudah telanjur sakit, tindakan yang sempurna tentu bisa mengembalikan beo kembali sehat sebagaimana sedia kala.


Sumber belajarburunghias.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar