Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Menyelamatkan Populasi Burung Kicauan Cucak Rowo Sembari Menyalurkan Hobi

Apakah Anda sudah mengetahui wacana Cucak Rowo Menyelamatkan Populasi Burung Kicauan Cucak Rowo Sembari Menyalurkan Hobi

Apakah Anda sudah mengetahui wacana Cucak Rowo? Bagi Anda sekalian yang mengaku sebagai pecinta burung kicauan atau burung hias niscaya sudah mengenalnya. Pasalnya, kicauan Cucak Rowo begitu ahli dan menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang yang mendengarnya. Berbeda dengan Anda yang masih awam di seputar burung kicauan, tentu belum mengenal jenis burung kicauan yang satu ini. Oleh alasannya itu, tidak ada salahnya membaca uraian berikut yang akan membahas Cucak Rowo. Dengan begitu, minimal Anda sanggup mengenalnya dan menambah pengetahuan di bidang ini. Bahkan, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari Anda berminat untuk menindaklanjutinya, yaitu ingin memilikinya.

Berbicara mengenai burung kicauan tentu saja tidak akan jauh pokok pembahasannya dengan suara. Memang benar, setiap burung kicauan tentu mempunyai ciri khas suaranya masing-masing. Tidak sedikit yang bersuara abnormal dan nyeleneh, tetapi malahan banyak orang menyukainya. Hal itu dikarenakan bunyi dari burung yang bersangkutan menjadi kecacatan tersendiri bagi orang yang mendengarnya. Apalagi bila jenis burung yang bersuara tersebut langka di pasaran. Kondisi mirip itu akan menambah burung kicauan tersebut semakin langsung dan mewah.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis burung kicauan yang sudah langka niscaya dihentikan diperjualbelikan secara bebas di pasaran. Hal itu bertujuan untuk menjaga spesiesnya supaya tidak punah. Berbeda dengan orang atau pihak yang membeli burung dengan tujuan mulia, yaitu membudidayakannya. Bukan untuk diperjualbelikan secara luas, meskipun bila ada yang berminat memang juga sanggup membelinya. Namun, tujuan utamanya ialah menyelamatkan keberadaan spesies burung kicauan tersebut supaya tidak punah di alam bebas. Sangat mungkin tidak sedikit orang-orang tidak bertanggung jawab memburu dan menangkap spesies burung yang bersangkutan di alam bebas. Dengan tujuan, mereka sanggup menjualnya lagi di pasaran alasannya laba yang didapatkan cukup besar. Semakin langka spesies burung kicauan maka berbanding lurus dengan harga yang dibandrol di pasaran. Daya tarik utamanya bukan hanya pada warna bulu atau bentuk tubuhnya saja. Namun, lebih pada bunyi licauannya yang benar-benar indah dikala didengar.

Nah, kondisi mirip yang ditulis di atas juga berlaku untuk spesies burung Cucak Rowo. Tidak sanggup dipungkiri memang jenis burung kicauan yang satu ini masih banyak diperjualbelikan di pasaran. Bukan alasannya di alam bebas masih banyak, tetapi sudah banyak pihak yang membudidayakannya. Jadi, burung Cucak Rowo tersebut bukan orisinil dari alam bebas, tetapi hasil dari pembudidayaan. Oleh alasannya itu, banyak orang tak perlu khawatir akan kehabisan atau kelangkaan Cucak Rowo di alam bebas alasannya masih cukup banyak. Namun demikian, kita semua yang mengaku sebagai pecinta burung kicauan juga perlu memikirkan perihal keberadaannya di alam bebas. Pasalnya, spesies burung mirip itu lebih bebas dan nyaman bila dilepaskan di alam dan bukan dikurung di dalam sangkar.

Anda pun sanggup membayangkan sendiri bagaimana seekor Cucak Rowo yang tiap hari dikurung di dalam sebuah sangkar. Burung tersebut memang sangat terawat dan sudah terjamin ketersediaan makan minumnya. Namun sayangnya, kandang burung tersebut diibaratkan mirip penjara yang mengekang kebebasan. Oleh alasannya itu, tidak ada salahnya untuk membebaskan burung Cucak Rowo tersebut ke alam bebas. Lalu, apakah Anda yang dikala ini memelihara Cucak Rowo pernah berpikir untuk melepaskannya?

Memang sangat terlihat konyol dengan melepaskan burung kicauan Cucak Rowo ke alam bebas. Hal itu dikarenakan harganya dikala dibeli cukup mahal. Selain itu, Sudah banyak modal atau uang yang dikeluarkan untuk merawatnya setiap hari. Jika pemikirannya mirip itu, maka akan berujung di untung rugi saja. Oleh alasannya itu, memang ada semacam kesadaran dari mereka yang mengaku sebagai pecinta ataupun penggila burung kicauan mengenai hal ini. Dalam arti, silakan saja untuk memelihara burung Cucak Rowo di rumah. Dengan catatan, harus dirawat dengan sebaik-baiknya supaya sang burung juga merasa kondusif dan nyaman meskipun di dalam sangkar. Selain itu, jangan terlalu banyak memeliharanya sebagai burung kicauan saja.

Silakan merencanakan membudidayakan burung Cucak Rowo di rumah masing-masing alasannya bertujuan baik. Dengan cara mirip itu, kelestarian burung kicauan Cucak Rowo sanggup terselamatkan. Namun demikian, perlu ada kesepakatan yang terang bahwa suatu hari nanti sebagian dari burung Cucak Rowo yang berhasil dibudidayakan akan dilepas lagi dialam terbuka. Jangan lupa untuk melepaskannya dengan perbandingan jenis kelamin yang seimbang. Misalnya, Anda ingin melepaskan 10 ekor burung Cucak Rowo yang terdiri atas 3 ekor Cucak Rowo jantan dan 7 ekor Cucak Rowo betina. Perbandingan jenis kelamin mirip itu sudah pas. Selanjutnya, biarlah semua Cucak Rowo yang dilepaskan ke alam bebas tersebut berkelana dan hidup sesuai habitatnya sendiri. Dengan begitu, kelangsungan populasi burung Cucak Rowo sanggup selalu terjaga.

Itulah sebuah solusi yang sanggup ditindaklanjuti oleh semua orang. Terutama oleh para penggemar burung kicauan yang lebih spesifik lagi memelihara burung Cucak Rowo. Jadi, bukan hanya berpikir hanya memeliharanya saja sampai memperjualbelikan supaya sanggup mendapatkan laba besar. Namun, perlu memikirkan juga kelestarian dari populasi burung yang bersangkutan. Dengan begitu, mereka benar-benar layak disebut pecinta burung kicauan sejati.

Tidak sanggup dipungkiri bahwa begitu banyak komunitas, kelompok, ataupun perkumpulan dari masing-masing pecinta burung kicauan tertentu. Tentu saja acara tersebut dijadikan hobi saja alasannya memang sangat menyenangkan. Namun demikian, bukan mustahil ada di antara mereka ada yang ingin lebih serius untuk menjadikannya bisnis yang menguntungkan. Dalam arti, mereka membudidayakan jenis burung kicauan tertentu sampai berjumlah cukup banyak. Sampai pada akhirnya, terlahir burung-burung kicauan gres yang sanggup dijual di pasaran dengan bandrolan harga bervariasi. Mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Bahkan, ada juga yang dibandrol sampai puluhan juta rupiah untuk seekor burung kicauan saja. Harga cukup tinggi pantas dibandrol bagi burung kicauan yang sudah berhasil memenangkan bermacam-macam perlombaan.

Memang benar, terdapat banyak sekali kompetisi atau kejuaraan burung kicauan yang biasanya diadakan sesuai jenisnya. Sebagai contoh, di kota A diadakan perlombaan burung kicauan Cucak Rowo. Perlombaan tersebut bukan hanya menilai dari bunyi dari Cucak Rowo yang diikutkan lomba saja. Namun, evaluasi dilakukan secara keseluruhan pada burung yang bersangkutan, mirip postur tubuhnya, warna bulunya, kebugarannya, dan lain sebagainya. Seekor burung Cucak Rowo akan dinobatkan sebagai pemenang pertama dari perlombaan tersebut. Dengan kemenangan tersebut, burung yang bersangkutan sanggup naik stratanya menjadi lebih langsung dan mewah, dibanding burung-burung Cucak Rowo lainnya yang kalah dalam perlombaan tersebut.

Bukan mustahil ada orang atau pihak yang ingin membeli burung kicauan Cucak Rowo tersebut. Pihak calon pembeli tersebut sanggup menawar harganya terlebih dulu. Sementara bagi sang pemilik burung, beliau sanggup mendapatkan proposal tersebut atau menolaknya. Atau mungkin ingin menaikkan harganya lebih mahal lagi.


Sumber belajarburunghias.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar