Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Pengaruh Ketidakstabilan Iklim Terhadap Habitat Burung

Apakah Anda pencinta burung dan peduli dengan kelestarian burung di dunia? Mari selamatkan mereka dari ancaman ketidakstabilan iklim!

Sebagai salah satu binatang yang sering bermigrasi, burung merupakan “surat kabar” untuk perubahan iklim. Naluri binatang kerap membawa burung-burung untuk mencari tempat bersarang yang lebih nyaman. Biasanya, iklim yang negatif akan membawa banyak sekali spesies burung terbang menjauh.

Di Eropa, angka populasi burung-burung yang menyesuaikan diri dengan iklim hambar semakin menurun. Sementara itu, di Kalimantan, burung-burung pegunungan hidup dengan semakin bergeser ke tempat yang lebih tinggi. Lain lagi yang terjadi di Meksiko, banyak sekali tempat justru kehilangan spesies burung-burung endemis lantaran perubahan suhu dan iklim.

Mengingat ras burung merupakan salah satu survivor dalam dinamika kehidupan semenjak ratusan juta tahun yang lalu, tentu perubahan lingkungan bukan sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk ketika ini yang memengaruhi perubahan lingkungan bukan hanya faktor alam. Manusia, sebagai faktor utama, telah menciptakan pergerakan iklim lebih pesat dan tak tertebak.

Beragam sikap burung yang berubah menjelaskan pergerakan mereka untuk beradaptasi. Salah satunya, spesies-spesies burung tertentu bermanuver semakin cepat dalam membangun sarang mereka. Hal tersebut dibandingkan dengan keadaan berdekade-dekade yang lalu, ketika kedatangan ekspresi dominan panas atau perubahan iklim masih sanggup diprediksi.

Tidak Seimbangnya Standar Habitat

Apakah Anda pencinta burung dan peduli dengan kelestarian burung di dunia Pengaruh Ketidakstabilan Iklim Terhadap Habitat Burung
Burung Berlin – pixabay.com

Perubahan iklim yang tidak stabil juga memengaruhi standar habitat. Burung memiliki patokannya sendiri untuk suhu yang sanggup membuatnya bertahan hidup. Apabila hal ini terganggu, burung akan berpindah ke tempat yang lebih sesuai. Beberapa spesies akan mencari tempat yang lebih tinggi, dan sebagiannya lagi ke tempat yang lebih rendah.

Meskipun berpindah sanggup menuntaskan duduk perkara kecocokan burung terhadap suhu, tetapi belum tentu untuk duduk perkara lainnya. Habitat yang ditinggalkan sebelumnya biasanya menyediakan sumber pakan bagi spesies burung itu sendiri. Seekor burung yang sanggup memenuhi kebutuhan akan pakannya di pohon-pohon yang tumbuh di dataran rendah, akan kesulitan apabila burung tersebut harus berpindah ke tempat yang lebih tinggi.

Belum lagi duduk perkara pemangsa. Spesies yang hidup di tempat lebih rendah umumnya burung-burung pemakan tanaman, biji-bijian, atau serangga. Sedangkan spesies yang hidup di tempat lebih tinggi cenderung merupakan puncak rantai makanan. Apabila spesies dari tempat rendah berpindah ke tempat yang tinggi, sanggup dibayangkan spesies tersebut hanya menyediakan dirinya sebagai kuliner para pemangsa.

Rantai Makanan menjadi Kacau

Apakah Anda pencinta burung dan peduli dengan kelestarian burung di dunia Pengaruh Ketidakstabilan Iklim Terhadap Habitat Burung
Burung Mati Kelaparan – pixabay.com

Dampak lain dari hal tersebut ialah semakin kacaunya rantai makanan. Pemangsa kelas atas akan berburu di habitat yang dihuni oleh spesies-spesies baru, meninggalkan tempat perburuan sebelumnya. Tidak hanya menjadikan mangsa di habitat sebelumnya berkembang tak terkendali, tetapi spesies-spesies di habitat gres juga terancam punah.

Untuk menangani hal tersebut, yang perlu dilakukan ialah penghijauan dan pengurangan penggunaan emisi gas yang tidak ramah lingkungan. Penghijauan hutan selain akan lebih menstabilkan suhu bumi, juga membantu spesies-spesies burung menemukan habitatnya yang hilang. Hutan yang hijau dan sehat akan memperbaiki bagan kacau yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Mengingat ras burung merupakan salah satu survivor dalam dinamika kehidupan semenjak ratusan juta tahun yang lalu, tentu perubahan lingkungan bukan sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk ketika ini yang memengaruhi perubahan lingkungan bukan hanya faktor alam. Manusia, sebagai faktor utama, telah menciptakan pergerakan iklim lebih pesat dan tak tertebak.

Alternatif lainnya ialah membangun sebuah ekosistem buatan. Beberapa negara maju telah melaksanakan evakuasi spesies-spesies yang terancam punah dengan membangun cagar alam. Namun, tidak sanggup terbatas hanya dalam pembangunannya, pengelolaan cagar alam itu sendiri pun harus benar. Hukum-hukum yang berlaku harus dilibatkan dan ditegakkan secara tegas.

Poin penting lainnya, selain menstabilkan iklim dan menjaga habitat burung, faktor berburu ilegal pun harus diperhatikan. Karena, bagaimana pun, kita tidak ingin menuntaskan duduk perkara tapi pada jadinya hanya menambah duduk perkara baru, bukan?


Sumber belajarburunghias.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar