Skip to main content
Pelajar Koding

follow us

Perihal Kedigdayaan Burung-Burung Pemangsa

Apa Anda ingin mengenal lebih akrab dengan burung pemangsa? Mari simak ulasannya berikut ini

Sejatinya, dalam sebuah rantai makanan, kita tahu ada mangsa dan ada pemangsa. Hal inilah yang menjaga keseimbangan ekosistem sehingga semua hal yang ada di alam punya tugas dan tempatnya masing-masing. Burung, sebagai unggas dengan spesies sangat beragam, mempunyai jenis-jenis terkuat yang selalu bertengger di puncak.

Tak jarang, melihat bagaimana para pemangsa ini beraksi menciptakan mereka punya pesona tersendiri. Tidak hanya digdaya oleh spesies lain yang kastanya lebih rendah, tetapi bagi kita insan pun, para pemangsa ini tampak begitu ‘keren’. Melihat seekor elang menukik di perairan rendah untuk satu sambaran merupakan hal yang mengesankan.

Spesifikasi Burung Pemangsa

Apa Anda ingin mengenal lebih akrab dengan burung pemangsa Perihal Kedigdayaan Burung-Burung Pemangsa
Elang – pixabay.com

Spesifikasi yang dipunyai oleh pemangsa tentu berbeda dengan mangsa-mangsanya. Penglihatan seekor elang jauh lebih tajam daripada burung gereja. Kecepatan terbang, kekokohan cengkeraman cakar dan paruh, atau indra-indra lainnya kerap berada pada level berbeda.

Meskipun secara harfiah pemangsa mempunyai lingkup pengertian yang luas, namun dalam ilmu perihal burung, penjabaran ini sanggup dipersempit lagi. Spesies burung sanggup dikelompokkan ke dalam kategori pemangsa apabila mempunya kapabilitas untuk itu, yakni perangkat berburu, penglihatan cemerlang, cakar untuk merobek daging, paruh kokoh, maupun keunggulan dalam manuver di udara.

Burung dengan gaya hidup pemangsa pun sanggup dipisahkan menurut waktu mereka berburu; diurnal untuk pemangsa yang bekerja siang hari, dan nokturnal untuk pemangsa malam. Pemangsa nokturnal, semisal burung hantu, mempunyai indra indera pendengaran yang tajam.

“Dalam kondisi ideal, seekor elang emas sanggup mendeteksi gerakan kecil seekor kelinci pada jarak lebih dari 2 kilometer,” terang The Guinness Book of Animal Record. Sementara sumber-sumber lain kerap menyampaikan penglihatan seekor elang sanggup lebih jauh lagi.

Migrasi dan Cara Memangsa

Apa Anda ingin mengenal lebih akrab dengan burung pemangsa Perihal Kedigdayaan Burung-Burung Pemangsa
elang peregrine – pixabay.com

Dalam hal migrasi, beberapa jenis burung pemangsa sanggup melaksanakan penerbangan dalam jarak sampai ribuan kilometer. Burung jenis ini juga punya keahlian melaksanakan terbang berputar (soaring) untuk menghemat energi dikala terbang. Soaring ini dilakukan dengan mengikuti pedoman udara panas dari bawah ke atas sehingga burung tersebut sanggup terbang semakin tinggi dan kemudian menukik ke arah yang mereka inginkan. Namun, manuver menyerupai ini tidak dilakukan oleh pemangsa menyerupai burung hantu.

Dalam hal memangsa, burung-burung pemangsa tidak hanya mengandalkan atribut luar, tetapi juga kecerdikan. Seperti yang diteliti oleh Guy Beauchamp dari Universitas Montreal perihal sikap seekor elang peregrine dalam berburu. Pemangsa ini terbang ke akrab kawanan burung trinil, namun yang dilakukan tidak dengan pribadi menyambar. Sang pemangsa terkesan mengulur waktu, seolah menciptakan mangsanya merasa ia tidak akan menerkam mereka, dan ketika seekor burung bergerak sedikit menjauh dari kawanannya, sang pemangsa beraksi. Tidak cukup hanya dalam satu metode, namun burung elang peregrine selalu mengubah rujukan dan taktiknya dalam menyerang mangsa sehingga dalam jangka panjang, ia masih tidak sanggup ditebak.

Peran Burung Pemangsa

Apa Anda ingin mengenal lebih akrab dengan burung pemangsa Perihal Kedigdayaan Burung-Burung Pemangsa
Burung hantu – pixabay.com

Peran burung pemangsa itu sendiri cukup banyak bagi manusia. Burung hantu, misalnya, berperan besar membantu petani dalam memberantas hama menyerupai tikus. Selain itu, burung pemangsa ini juga kerap lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh alasannya yakni itu, banyak pemerintah memasukkan spesies-spesies burung pemangsa ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Selain alasannya yakni kiprahnya tadi, beberapa spesies juga sedang terancam kepunahan.

Sejatinya, dalam sebuah rantai makanan, kita tahu ada mangsa dan ada pemangsa. Hal inilah yang menjaga keseimbangan ekosistem sehingga semua hal yang ada di alam punya tugas dan tempatnya masing-masing. Burung, sebagai unggas dengan spesies sangat beragam, mempunyai jenis-jenis terkuat yang selalu bertengger di puncak.

Di lain hal, kegagahan burung-burung pemangsa kerap dijadikan alasan untuk memburunya. Hal tersebut belum menyebabkan persoalan besar apabila tidak dilakukan secara brutal dan tak terkontrol. Akan tetapi, tidak sedikit oknum yang melaksanakan perburuan terhadap spesies yang populasinya tinggal sedikit. Selain mengancam kepunahan spesies tersebut, kehilangan pemangsa puncak akan mengacaukan rantai kuliner sehingga populasi mangsa kerap tak terkendali.


Sumber belajarburunghias.blogspot.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar